02 September 2009
Posted in
Seputar Surabaya -
Sosial Budaya
Sebanyak 4.000 warga miskin kota Surabaya, Rabu, menerima sandal impor seharga Rp150 ribu per unit yang merupakan hasil bantuan warga AS lewat Yayasan Pondok Kasih Surabaya.
Pembagian sandal merek Croks dari donatur Yayasan Pondok Kasih asal AS itu dilakukan di Gelora Pantjasila, Jalan Indragiri, Surabaya dengan mengerahkan sekitar 200 aktivis yayasan sosial itu.
"Asyik, aku punya sandal baru," kata Dewi (12) sambil berteriak saat memakai sandal mahal itu.
Hal senada juga diucapkan Haryono (62). Duda yang sudah lama ditinggal mati istrinya itu terlihat sembab matanya saat Dr Hana Amalia Vandayani Ananda memakaikan langsung sandal itu di kakinya.
"Terima kasih, Tuhan memberkati," kata Haryono yang merupakan warga binaan Yayasan Pondok Kasih dari Komunitas Kuburan Kembang Kuning, Surabaya.
Haryono yang datang tanpa alas kaki, akhirnya pulang ke rumah dengan beralaskan sandal yang baru saja diterimanya.
"Sandal itu akan menemani saya pada waktu bekerja," kata tukang pembersih rumput di Kuburan Kembang Kuning itu.
Dewi dan Haryono merupakan sebagian dari 4.000 warga miskin binaan yayasan sosial itu dari berbagai komunitas kumuh di Surabaya, seperti Kuburan Kembang Kuning, Kuburan Rangkah, bawah jembatan tol, dan penghuni kompleks lokalisasi.
Menurut Dr Hana Amalia Vandayani Ananda selaku Ketua Yayasan Pondok Kasih, apa yang diperbuat yayasannya itu memang bermaksud membantu sesama, terutama yang sangat membutuhkan bantuan dan pertolongan.
"Itu bukan hanya tanggungjawab pemerintah, tapi kita semua. Kebetulan, kami dipercaya oleh donatur dari luar negeri untuk menyalurkan semua bantuan itu, termasuk ke pondok-pondok pesantren dan panti asuhan di Surabaya dan Madura," katanya.
Selain menerima bantuan berupa sepasang sandal mahal, warga miskin kota juga didata untuk memudahkan pemberian bantuan di masa-masa mendatang.
(sumber antarajatim.com)| < Prev | Next > |
|---|














