IKLAN: DIJUAL TANAH+BANGUNAN, COCOK UNTUK PERKANTORAN, BANK & HOTEL | STATUS: SHM | LUAS TANAH : 1.867 M2 | ALAMAT : JL. GAJAH MADA 79-81 SURAKARTA (SEBERANG HOTEL SAHID RAYA) | DAERAH : COMMERCIAL AREA (SK WALIKOTA) | HARGA:14.000.000/M2 (NEGO) | HUBUNGI: ROYKE(031-83150522), BAMBANG(031-91082810)
User Rating: / 0
PoorBest 
Kenaikan tarif tol sebesar 15% per 4 September nanti sudah tak bisa ditawar lagi. Di Surabaya, dari empat ruas tol, hanya ruas Surabaya-Gempol yang ikut naik rata-rata Rp 500.

”Meski kecil tapi ini tidak fair bagi masyarakat. Pasalnya kenaikan dua tahun sekali tidak dibarengi dengan perbaikan fasilitas dan layanan,” ujar Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Surabaya (LPKS), Paidi Prawirorejo, dihubungi, Kamis (27/8).

Dari  catatan Surabaya Post, kenaikan tarif tol Surabaya-Gempol dari Rp 96,8/km menjadi Rp 111,3/km. Bila dilihat tarif terjauh saat ini Surabaya-Porong, dari Rp 3.500 naik menjadi Rp 4.025 yang dibulatkan jadi Rp 4 ribu.

Sementara tol Surabaya-Gresik yang dikelola PT Margabumi  rencananya naik Rp 1.000. Namun masih ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Bila jadi ikut dinaikkan maka Surabaya-Gresik yang sebelumnya Rp 346/km atau jarak terjauh Rp 7.000 menjadi Rp 397/km atau Rp 8.050 jarak terjauh.

Ruas  Waru-Juanda dan Jembatan Suramadu  belum naik karena belum beroperasi selama dua tahun. Dengan asumsi seperti sekarang, Jembatan Suramadu baru ada revisi tarif  pada 10 Juni 2011. Kisaran kenaikannya yaitu dari Rp 30 ribu menjadi Rp 34.500. Sementara Waru-Juanda boleh menaikkan tarif pada 25 April 2011 dengan kisaran dari Rp 5.000 menjadi Rp 5.700.

Menurut LPKS, mestinya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak hanya komentar dan mengimbau penundaan. Tapi mengamandemen UU no 38/2004 dan PP No 15/2005 yang mengizinkan penyesuaian tarif tol tiap dua tahun sekali. ”Parameter kenaikannya tidak jelas. Yang dipertanyakan apakah memang harus tiap dua tahun dinaikkan. Nah kalau perekonomian lagi lesu, kenaikan itu meski kecil tetap akan berpengaruh buruk,” katanya.

Secara terpisah, Ketua Forum Komunikasi Manajemen Kawasan Industri SIER dan Brebek, Russy Nikitawati, mengatakan, meski porsi terhadap biaya operasional kurang dari 5%, tapi kenaikan tetap akan meningkatkan cost ekonomi.”Untuk Waru-Juanda, meski saat ini belum naik, tapi tarif  Rp 5.000 sekali jalan itu mahal soalnya truk pengangkut barang kami bolak-balik lewat situ dalam sehari. Jadi meski kecil cukup membebani biaya operasional,” ujarnya. Apalagi bila dibandingkan jarak tempuhnya  kurang lebih lima menit. Dia membandingkan dengan tol Waru-Perak yang memakan waktu lebih panjang saja tarifnya Rp 2.000 sekali jalan.

(sumber surabayapost.coid, detik.com)