30 July 2009
Posted in
Seputar Surabaya -
Sosial Budaya
Mbah Surip terkapar di panggung. Begitulah atraksi dari sosok yang sedang populer dan fenomenal asal Mojokerto, Jawa Timur, tersebut mengakhiri lantunan lagunya "Tak Gendong".
Gemuruh tepuk tangan dari sekitar 800 penonton yang notabene mayoritas para warga Jawa Timur, khususnya Surabaya memecah ruang Kafe Planet Hollywood, Jakarta. Saat itu sedang berlangsung acara Semanggi Suroboyo 2009 bertemakan "Ngakak Sak Mulese" (Tertawa Sampai Mules) yang diadakan oleh Surabaya Community, akhir pekan lalu.
Surabaya Community yang didirikan pada 10 November 2006 seperti dipaparkan oleh Rizal Moed’har, sang ketua umum, dengan tujuan adalah untuk menyambung tali silaturahmi, sebagai pusat informasi dan sumber inspirasi serta solusi dalam rangka menciptakan persaudaraan dan kebersamaan antar masyarakat Surabaya pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. "Ini adalah salah satu program kami di samping ada banyak program lainnya seperti Kajian Kehidupan, bakti sosial, koperasi dan unit usaha lainnya dalam rangka pemberdayaan dan kesejahteraan para anggotanya," kata Rizal.
Acara tahunan Surabaya Community dalam rangka memperingati hari jadi Kota Pahlawan Surabaya yang ke-719 dijadikan ajang temu kangen para warga Surabaya yang berada di Jakarta dan mengubah budaya Kafe Planet Hollywood yang biasanya menyuguhkan menu masakan kelas atas menjadi full masakan Suroboyoan, seperti tahu campur, lontong balap, rujak cingur, soto madura, sate madura, lontong kupang, semanggi, sego goreng abang, tahu petis, dan bebek goreng.
"Acara kali ini memang lebih besar dan semarak serta saya berharap kekompakan ini terus terjaga dalam menjaga dan melestarikan budaya Surabaya. Kami wakil dari Pemda Surabaya akan terus melakukan pembinaan terhadap warganya di Jakarta melalui Surabaya Community," ujar Arif Afandi, Wakil Wali Kota Surabaya di sela acara tersebut.
Dan memang dalam acara yang dipandu oleh MC kawakan Cak Kucing (SCTV), Cak Suro (Negeri Impian), dan Cak Isa (Democrazi) selain menampilkan komedian dan band asal Surabaya, seperti Srimulat (Kadir, Doyok, Polo, Dudung), Kartolo dkk (maestro ludruk Suroboyo), yang membuat para penontonnya benar-benar ngakak sak mulese dan juga aksi panggung dari lantunan lagu-lagu hit dari band Boomerang, Padi, Pilot, dan Rockafada semakin melengkapi semaraknya acara tersebut yang membuat decak kagum. Acara juga dihadiri oleh mantan Gubernur Jatim Basofi Soedirman, Profesor Remy, Franky Sahilatua, Eko Patrio, Dorce Gamalama, Log Zhelebour, Obby Mesak, H La Nyalla M Mattalitti, H Moed’harsyah, H Yudi, Rony Tanuwijaya, para artis, tokoh, pengusaha, dan seniman.
Mereka membaur menjadi satu tanpa kasta dan status sosial, itulah moto dari Surabaya Community. Sedhuluran sampek matek yang artinya kita bersaudara sampai akhir hayat tanpa memandang ukuran status sosial enggak peduli direktur sampai tukang cukur semua sama dalam Surabaya Community. "Kami bersaudara," ujar Purwanto, Sekjen Surabaya Community.
"Mudah-mudahan dengan hadirnya Surabaya Community semakin menambah citra positif dari image bonek (bondo nekat) yang cenderung negatif, yang selama ini melekat," tambah Humas Surabaya Community, Cia Mattalitti.
| < Prev | Next > |
|---|














