IKLAN: DIJUAL TANAH+BANGUNAN, COCOK UNTUK PERKANTORAN, BANK & HOTEL | STATUS: SHM | LUAS TANAH : 1.867 M2 | ALAMAT : JL. GAJAH MADA 79-81 SURAKARTA (SEBERANG HOTEL SAHID RAYA) | DAERAH : COMMERCIAL AREA (SK WALIKOTA) | HARGA:14.000.000/M2 (NEGO) | HUBUNGI: ROYKE(031-83150522), BAMBANG(031-91082810)
User Rating: / 0
PoorBest 

Awas Bonek………, Pedagang Makanan pun Bersembunyi

 
Siapapun tahu apa saja ulah mereka. Bukan hanya menumpang kereta tanpa mempedulikan bahaya, naik di atap gerbong, tapi juga makan tidak bayar sudah beberapa kali terjadi ketika kereta berhenti di stasiun tertentu.

Mereka menamakan diri bonek, di antaranya karena memang benar-benar “bondo nekat”, yang juga diartikan tidak ada uang sepeserpun meski harus bepergian ke daerah lain. Mereka tidak bicara tentang ongkos transportasi, bagaimana cara bermalam, juga tidak memperhitungkan apa yang hendak mereka makan nantinya.

Ulah para bonek ini menjadi catatan tersendiri bagi para pedagang asongan di stasiun KA. Awalnya para pedagang asongan ini merasa akan mendapat rejeki berlimpah dengan banyaknya pembeli, namun ternyata…. dagangan habis, uang juga tidak ada.

Maka ketika mendengar rombongan supporter bonek dari Bandung akan memasuki Stasiun Jombang, Minggu (25/1), puluhan pedagang asongan yang biasa menggelar dagangan di Stasiun Jombang kabur dan menyembunyikan barang dagangannya

Para calon penumpang yang semula duduk di ruang tunggu juga berhamburan keluar stasiun untuk menyelamatkan diri.

Mereka takut menjadi sasaran kebringasan para bonek jika KA berhenti di stasiun. Pengumuman dari pihak stasiun, sekitar 15 menit sebelum kereta masuk, juga seolah-olah merupakan peringatan bagi pedagang dan penumpang untuk menyelamatkan diri.

Situasi stasiun menjadi lengangm kios-kios bergegas ditutup. Justru yang banyak di dalam stasiun adalah aparat keamanan dari Polres Jombang.

”Penjagaan ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat KA yang ditumpangi bonek melalui Jombang,”kata Wakapolres Kompol Deden S Imhar di sela-sela pengamanan, Minggu siang.

Tidak tanggung-tanggung, pada hari libur Minggu itu Polres Jombang mengerahkan dua pleton personel untuk menjaga kelancaran perjalanan KA ditumpangi rombongan bonek itu.

“Alhamdulillah perjalan supporter Persebaya melalui Jombang aman,” tambahnya bernapas legah.
”Sebelum rombongan bonek datang, para pedagang dan calon penumpang kita imbau agar  sembunyi terlebih dahulu. Setelah rombongan bonek lewat, silahkan berjualan lagi,” kata Deden.

Ternyata KA yang mengangkut bonek itu berlalu begitu saja, tidak berhenti di stasiun Jombang.  Puluhan pedagang, dan calon penumpang KA bersorak gembira. Para bonek ada yang berada di dalam dan di atas gerbong melambaikan tangan, sambil bernyanyi—meski bisa jadi perut mereka lapar.

Saudi (34) pedagang asongan tahu dan lompia yang biasa berjualan dari gerbong-gerbong KA terpaksa menyembunyikan daganganya di salah ruanga di Stasiun Jombang. “Saya takut dagangan saya dijarah jika KA yang ditumpangi bonek berhenti. Ya hanya jaga-jaga saja. Alhamdullilah KA tak berhenti, saya tidak merugi,” katanya.