20 January 2010
Posted in
Seputar Surabaya -
Mrono-mrene
Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas

SURABAYA-Arus lalu-lintas (lalin) di sekitar Jl. Embong Sawo dan Jl. Embong Gayam diubah. Arus lalin di Jl. Embong Sawo yang selama ini satu arah, yakni dari Jl. Basuki Rachmat menuju Jl. Panglima Sudirman kini arusnya dibalik.
Arus lalin yang dari arah Jl. Panglima Sudirman dilewatkan Jl. Embong Sawo. Hal serupa juga diberlakukan pada arus lalin di Jl. Embong Gayam. Arus lalin di sana semula satu arah, yakni dari Jl. Panglima Sudirman menuju Jl. Basuki Rachmad, kini dibalik dari arah Jl. Basuki Rachmad menuju Jl. Panglima Sudirman.
Perubahan arus lalin di dua jalan tersebut disosialisasikan Dinas Perhubungan Kota Surabaya mulai Rabu (20/1) pagi tadi. Selama uji coba banyak warga kota yang sempat bingung karena belum terbiasa atas perubahan tersebut.
Mereka yang dari Jl. Basuki Rachmad dan ingin menuju Jl. Panglima Sudirman masih ada yang kebablasan menuju Jl. Embong Sawo. Namun, karena Jl.Embong Sawo sudah berubah arah, mereka terpaksa melintas di Jl. Embong Wungu atau Jl. Gubernur Suryo.
Demikian pula warga kota yang dari arah Jl. Panglima Sudirman ingin menuju Jl. Basuki Rachmad masih ada yang akan belok melintasi Jl. Embong Gayam. Tapi, karena Jl. Embong Gayam sudah ada rambu-rambu larangan belok kanan dan telah dipergunakan untuk arus kendaraan dari arah Jl. Basuki Rachmad, mereka terpaksa memutar di belokan patung karapan sapi.
“Sempat bingung, karena saya belum paham saja. Kalau sudah paham pasti tidak akan salah arah lagi,” kata Udin, warga Benowo.
Eddi, Kepala Dinas Perhubungan Surabaya mengatakan, perubahan ini masih diuji coba dan disosialisasikan kepada warga kota. Uji coba dilakukan hari ini dan diakui masih ada warga kota yang belum mengetahui, sehingga ada saja yang salah putar.
Tapi, pihaknya yakin perubahan arus lalin di dua jalan tersebut segera dipahami masyarakat. “Dalam beberapa hari warga akan tahu dan tak salah arah lagi,” kata Eddi, Rabu (20/1).
Rekayasa lalin ini menurutnya, untuk mengurangi kemacetan lalu-lintas di pertigaan antara Jl. Panglima Sudirman-Jl. Embong Gayam. Di sana sering terjadi penumpukan kendaraan, terutama pada sore hari saat jam pulang kantor dan anak sekolah.
Dengan rekayasa ini diharapkan kemacetan di Jl. Panglima Sudirman menjadi berkurang. Minimal penumpukan kendaraan bisa terpecahkan lewat Jl. Embong Sawo. “Harapan kami memang seperti itu, tapi kalau nantinya tidak efektif sudah pasti akan dievaluasi lagi,” kata dia ditemui di lokasi perubahan arus lalin tersebut.
Sedangkan rekayasa perubahan arus lalin di Jl. Undaan Wetan-Jl. Ngemplak sudah lancar. Banyak warga yang sudah paham perubahan arus lalin di sana. Terbukti arus lalin di Jl. Ambengan sudah tidak macet lagi.
Hal serupa dilakukan di Jl. Menur depan rumah sakit jiwa. Di sana dipasang traffic light baru. Dengan adanya traffic light tersebut lalin di sana sudah teratur.
Pada 2010 rencananya ada rekayasa lalin lagi, di antaranya di perempatan Semolowaru-Medokan Ayu. Di sana akan dipasang lampu traffic light menyusul selesainya pembangunan box culvert di kali Semolo.
Kemudian di kawasan Made, Lakarsantri. Di kawasan itu diperlukan traffic light karena arus lalinnya sering macet. (sp)
| < Prev | Next > |
|---|














